Subscribe:

Kamis, 19 April 2018

Berdoalah ...

Berdoa
Berdoa
Berdoalah ... Karena doa adalah termasuk dalam rangkaian ibadah seorang hamba kepada Rabbnya. Seorang hamba yang berdoa kepada Rabb nya berati ia mengakui keagungan dan kekuasaan Rabbnya. Dan bersamaan dengan bhal tersebut ia menundukkan dirinya, ia menghinakan dirinya di hadapan Rabb Semesta Alam. Dan ini adalah termasuk dari ibadah yang Agung. Yang hendaknya setiap hamba hanya menujukan ibadah berdoa ini hanya kepada Allah ta'ala. 

Macam Macam Doa

Di sebutkan oleh para ulama, bahwasannya doa ini terdapat dua macam. Ada doa permohonan dan ada doa ibadah.

Doa Permohonan artinya memohon untuk dipenuhi hajat dan kebutuhannya. Hal ini bisa bernilai ibadah jika doa tersebut dari hamba kepada Tuhannya, karena hal tersebut mengandung unsur membutuhkan dan berserah diri kepada-Nya serta ia berkeyakinan bahwa Dia-lah yang Maha Mampu dan Maha Pemurah serta luas karunia dan Rahmat-Nya. 

Doa jenis ini boleh dilakukan kepada sesama hamba dengan syarat yang di minta tersebut Mampu mengabulkan dan mengerti tentang maksut permintaan tersebut. Contohnya ketika seseorang mengatakan kepada orang lain "wahai fulan, berilah saya makan."

Sedangkan Doa Ibadah biasanya yang bersangkutan melakukannya sebagai penyembahan terhadap yang di seru dengan doa, dengan harapan agar ia mendapatkan belasan dan pahala-Nya serta takut akan siksa-Nya. Yang demikian ini tidak boleh bagi yang berdoa memalingkannya kepada selain Allah. 

Barangsiapa yang memalingkannya kepada selain Allah, maka ia telah melakukan Syirik Akbar yang membuatnya keluar dari Agama Islam dan ia mendapatkan ancaman dari Allah sebagaimana di dalam Firman-Nya, 

"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, mereka akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina". (Ghofir : 60). (Syarhu Tsalatsatil Ushul, Syaikh Muhammad bin Shalih al Ustaimin ). 

Rabu, 18 April 2018

Busana Syar'i Murah Edisi Promo Kagetan

Busana Syari Murah - Promo Kagetan
Busana Syari Murah - Promo Kagetan
Mau belanja busana syar'i murah dengan produk yang berkualitas dan nyaman dipakai ? Yuuk cobain beberapa produk busana muslimah nya di RUmah Belanja Muslim. Saat ini kami sedang ada promo diskon produk Busana Muslimah Syar'i nya dengan harga yang super murah.

Promo busana syar'i murah kali ini kami beri nama dengan Promo Kagetan. Karena memang programnya adanya kaget, waktunya tidak tentu, dan sekarang ini berlaku harga promo busana muslimah nya hanya dua hari. Yaitu hari ini dan besok tanggal 19 April 2018. 

Seperti namanya, promo kali ini di berlakukan untuk semua produk busana muslimah syar'i di Rumah Belanja Muslim. 

Ketentuan Promo nya yaitu setiap pembelian produk busana muslimah di Kami pada Waktu dua Hari ini, anda akan otomatis mendapatkan harga Promo. Berapa harga promo Busana Syar'i Murah nya ? 

Untuk harga promo busana syar'i murah kali ini kami berikan Diskon setiap pembelian gamisnya sebedar Rp. 20.000. Wah besar bukan potongan harganya. Harga ini seperti harga anda beli sebagai reseler harga gamis muslimah lengkap jilbab cadarnya di kami. Bahkan lebih murah. 

Misalkan anda ingin membeli produk busana syar'i untuk muslimah dari kain wolfis yang per set nya harga aslinya Rp. 210.000, maka pada masa promo kali ini anda bisa memiliki produknya hanya dengan harga Rp. 190.000 saja. 

Begitu juga untuk produk busana syar'i gamis muslimah lengkap dengan jilbab cadar nya dari kain moss crepe yang harga asal nya adalah Rp. 230.000. Saat ini anda bisa memiliki produk gamis berkualitas dari kain moss crepe ini hanya dengan harga Rp. 210.000 saja per setnya. 

Murah bukan ? 


Yuuk buruan di order produk produk busana muslimah murah nya di Rumah Belanja Muslim di masa promosi kali ini. Jangan Sampai ketinggalan atau kehabisan stock nya ya. 

Untuk informasi stock produk dan pemesanannya anda dapat langsung menghubungi kami melalui SMS / WA di 0857 2083 3878

Anda juga bisa langsung chat WA tanpa save no terlebih dahulu dengn langsung klik tautan ini  https://bit.ly/2EVjvT3

Selasa, 17 April 2018

Kadang Rasa Manis Tidak Di Ketaui Kecuali Pernah Merasakan Pahit

Sesuatau Yang Manis Terkadang Tidak Di Ketahui Kecuali Pernah Merasakan Yang Pahit
Sesuatau Yang Manis Terkadang Tidak Di Ketahui Kecuali Pernah Merasakan Yang Pahit
Keadaan manusia dalam hidup ini selalu berubah dan tidak statis. Ada waktunya kita sehat, terkadang kita juga merasakan sakit. 

Ada waktunya seseorang merasakan kenikmatan, berbagai macam limpahan nikmat Allah yang tercurah di dunia ini, namun terkadang juga kita merasakan kesulitan dan kesempitan. 

Terkadang juga kita merasakan kebagagiaannya dengan berbagai macam jenis kebahgiaan yang ada, namun di waktu yang lainpun kita merasakan kesedihan. 

Karena memang inilah kehidupan manusia, ia selalu silih berganti, dan berputar. 

Maka bukanlah hal yang tercela ketika seseorang dalam keadaan sulit, keadaan miskin, dan bukan pula hal yang mulai ketika seorang selalu bahagia dan kaya. Karena ukuran kemuliaan di sisi Allah ta'ala adalah taqwa. 

Maka bagi siapa saja yang saat ini di rundung mara bencana, di rundung duka, kesedihan dan kesempitan. Hendaklah kita terus bersabar dan tetap berada di batas - batas Syariat Islam. 

Jangan sampai dengan ujian ini membuat kita lupa, betapa banyak nikmat yang sebelumnya telah Allah berikan kepada kita. 

Bahkan ujian, kepedihan, kepahitan, kesempitan ini pun jika kita lihat hikmanya, maka pada hakikatnya ia juga merupakan jalan menuju kenikmatan. 

Mengapa tidak ? 

Berapa banyak orang yang bisa merasakan betapa nikmatnya makan nasi setelah sebelumnya ia merasakan sakit yang panjang dan saat sakit terasa semua makanan itu pahit dan tidak enak. 

Begitu juga seseorang yang dapat lebih bersyukur dan menikmati apa yang ada pada dirinya setelah sebelumnya ia merasakan pahitnya keadaan sebelumnya. 

Karena memang, terkadang rasa manis itu tidak dapat kita rasakan sebagai rasa manis yang nikmat, kecuali sebelumnya kita pernah merasakan yang pahit


Senin, 16 April 2018

Nafsu Ibarat Anak Kecil Yang Menetek

Jika di katakan nafsu / hawa nafus, maka yang identik padanya adalah stigma yang negatif. Walaupun pada sebgian keadaan hawa nafsu ini di butuhkan. 

Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah mendefinisikan hawa nafsu sebagai kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginannya. Maka yang selaras dengan apa yang diinginkan jiwa ini tidak selamanya negatif. Adakalanya jiwa ini menginginkan sesuatu yang sifatnya positif, yang bahkan jika hal yang diinginkan tersebut tidak terpenuhi akan merusak diri. 

Seperti keinginan makan dan minum ketika haus dan lapar, keinginan suami istri dan sejenisnya. Maka dalam batas tertentu hal tersebut di penuhi, akan dapat membawa manfaat yang sangat besar. Namun jika keinginan ini di perturutkan dengan berlebihan, maka inilah yang sering menjadi stigma negatif terhadap sebutan Nafsu atau Hawa Nafsu ini. 

Karena memang pada dasarnya, yang kita kenal, seseorang yang memperturutkan hawa nafsu itu biasanya dalam kondisi yang berlebihan. Oleh karena nya nafsu ini menjadi tercela. Namun jika sesuai pada kadarnya, maka hal ini justru bisa bermanfaat. 

Ketika hawa nafsu ini berlebihan di tinggalkan dan tidak di abaikan, maka tentu ini akan menyebabkan keburukan. Karena pada dasarnya ada keinginan keinginan jiwa itu yang bersifat masalah bagi diri. Yang ketika itu tidak dipenuhi maka akan memudhorotkan. 

Oleh karena hendaknya seorang hamba arif dalam menempatkan dan menuruti Hawa Nafsunya. Tidak berlebihan dan tidak mengabaikannya sama sekali. 

Coba kita bayangkan, ketika Allah tidak memberikan nafsu kepada kita untuk makan, dan minum minuman yang bermanfaat. Maka tentu hal ini akan membuat tubuh menjadi sakit, karena makan minum tidak akan merasakannya nikmatnya, dan mungkin kita tidak ada keinginan terhadapnya. 

Begitu juga, ketika seseorang tidak di berikan nafsu kepada lawan jenisnya. Maka tentu tidak akan berlanjut keturunan anak manusia. 

Maka dalam menyikapi nafsu hendaknya kita tidak berlebihan, ala kadarnya sesuai dengan apa yang di butuhkan, ketika hal itu adalah perkara yang tidak di larang syariat. Namun ketika hawa nafsu itu bertentangan dengan syariat maka hendaknya kita meninggalkannya. 
Nafsu Ibarat Anak Kecil Yang Menetek
Nafsu Ibarat Anak Kecil Yang Menetek


Memperturutkan Hawa Nafsu Secara Berlebih

Yang kita banyak temui, banyak di antara orang di sekitar kita yang mereka memperturutkan hawa nafsunya secara berlebihan. Bahkan diantara nya tidak peduli lagi, apakah keinginannya itu di larang oleh syariat ataupun tidak. 

Selama ia menginginkan sesuatu yang di sukai oleh jiwa nya, maka ia akan tempuh segala cara untuk mendapatkankan. Entah halal atau haram. 

Dan hawa nafsu yang seperti inilah yang mendominasi seseorang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, atau bahkan mati. 

Maka hendaknya seseorang yang dalam kondisi seperti ini, ia perhatikan anak kecil yang sedang menetek kepada ibunya. Ketika ia sudah terbiasa mentek, dan tibalah pada waktu penyapihan. Maka awal kali ia di sapih akan terasa berat dan menangis dalam beberapa kali waktu. 

Namun ketika ia sudah terbiasa melewati kehidupannya tanpa menetek lagi ke ibunya, maka ia akan merasa biasa. Ia akan lupa dengan keinginan meneteknya tersebut. Dan sudah tidak ada lagi keinginan untuk kembali padanya. 

Begitu juga orang yang terbiasa dalam kehidupannya melakukan maksiat. Ketika ia ingin melepaskan satu persatu jerat jerat maksiat itu. Tentu akan terasa berat, pahit, dan tidak menyenangkan. 

Namun ketika ia paksa jiwa nya untuk meninggalkan itu semua, hingga ia terbiasa terbebas dari berbagai macam maksiat itu. iapun akan merasakan nikmatnya berbuat ketaatan. Tidak lagi di dalam jiwanya ingin mengulang apa yang telah berlalu dalam kesalahan kesalahannya. 

Dan mudah - mudahan kita termasuk orang orang yang selalu ingin menyampih maksiat ini dalam diri kita. Sehingga dengan meninggalkannya, akan terasa manis ketaatan itu. aamiin.